Selasa, 19 Juni 2012

SGOT dan SGPT

APA ITU SGOT/SGPT ?
Apa sih AST (SGOT) dan ALT (SGOT) itu?  
Kalau kata dokter, kepanjangan dari masing masing singkatan tersebut adalah :
Aspartate aminotransferase (AST) yang nama lainnnya adalah serum glutamic oxaloacetic  transaminase (SGOT) dan Alanine aminotransferase (ALT) yang bernama lain serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT).

BERAPA ANGKA NORMAL SGOT/SGPT
Berapa angka normal keduanya? Untuk AST(SGOT) normalnya berkisar antara 5-40 unit per liter serum (bagian cair dari darah) sedangkan ALT(SGPT) adalah 7-56 unit per liter serum. Apabila hasil tes darah anda menunjukan angka di atas itu, sudah jelas ada gangguan pada fungsi hati anda.

FUNGSI DASAR HATI / LIVER
 Hati yang terletak di bawah tulang iga paling kanan, mempunyai fungsi vital untuk tubuh, beberapa diantaranya adalah :
•    Menetralkan racun dalam darah
•    Produksi faktor pembekuan penting dan protein penting lainnya
•    Metabolisme (pengolahan) obat-obatan dan nutrisi
•    Pengolahan produk limbah dari hemoglobin
•    Menyimpan vitamin, lemak, kolesterol, dan empedu
•    Memproduksi glukosa

TES DARAH &  GANGGUAN FUNGSI HATI
Tes darah biasanya dilakukan untuk mengetahui kadar SGOT/SGPT dalam darah sehingga bisa diketahui apabila hati mengalami kerusakan. SGOT/SGPT adalah enzim yang diproduksi didalam hati. Dalam keadaan normal, enzim ini akan diam didalam sel hati, tetapi apabila karena suatu hal hati terluka, maka hati akan mengeluarkan enzim ini ke dalam darah. Maka dari itu apabila kadar enzim ini di dalam darah berlebihan, sudah bisa dipastikan bahwa hasil tes darah anda akan menunjukn nilai SGOT/SGPT diatas ambang batas normal (40/56).

CARA MENURUNKAN ANGKA SGOT/SGPT
Dokter biasanya akan memberikan resep obat, yaitu HPPRO. Selain itu juga anda bisa mengkonsumsi madu setiap hari, atau jika tidak ada madu bisa diganti dengan air gula. Selain itu istirahat yang cukup juga akan membantu menurunkan angka SGOT/SGPT anda.

SGOT dan SGPT merupakan enzim yang dapat ditemukan pada sel-sel hati. Karena itu jika terjadi kerusakan (nekrosis) sel-sel hati, seperti yang terjadi pada infeksi akut virus hepatitis, enzim-enzim tersebut keluar dari sel hati dan masuk ke dalam darah. Semakin banyak sel-sel hati yang rusak, semakin tinggi pula kadar SGOT/SGPT yang terukur di dalam darah. Secara laboratoris pemeriksaan enzim hati pada hepatitis akut didapati adanya peninggian SGOT dan SGPT sampai 20-50 kali normal dengan SGPT lebih tinggi SGOT daripada SGPT (SGOT/SGPT < 0,7).
Sebagian besar orang dengan hepatitis B tidak memerlukan pengobatan yang khusus selain beristirahat dan mereka akan sembuh kembali. Apabila infeksi VHB bertahan lebih dari 6 bulan (infeksi hepatitis kronik), dapat diberikan obat antivirus yang disebut interferon alfa. Pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya sirosis hati dan kanker hati.
Sewaktu terjadi nekrosis sel-sel hati, konsentrasi kolesistokinin dan bombesin dalam darah meningkat tajam. Peningkatan hormon-hormon ini dapat menyebabkan rasa tidak enak pada lambung, mual dan muntah (dispepsia) dan berkurangnya nafsu makan yang menandai fase awal infeksi akut virus hepatitis. Untuk menanganinya, diberikan obat-obat yang dapat mengurangi produksi asam lambungdari sel-sel parietal lambung seperti proton-pump inhibitor (contoh: Pariet), dan yang dapat mengurangi rasa mual dan muntah yang ada seperti domperidon (contoh: Vosedon).
Sedangkan ursodeoxycholic acid pada infeksi akut hepatitis digunakan untuk mengurangi kadar enzim yang meningkat dengan cara memfasilitasi aliran empedu melalui hati dan memproteksi sel-sel hati. 
  
PENYEBAB KERUSAKAN HATI


  • Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
  • Tidak buang air di pagi hari.
  • Pola makan yang terlalu berlebihan.
  • Tidak makan pagi.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
  • Minyak goreng yang tidak sehat. 
Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. 
Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.

  • Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati.
Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan. Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari.

Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya. 

Sebab:

Malam hari pk 9 - 11 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/ beracun (detoxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

Malam hari pk 11 - dini hari pk 1 : saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

Dini hari pk 1 - 3 : proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

Dini hari pk 3 - 5 : de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak Perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

Pagi pk 5 - 7 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

Pagi pk 7 - 9 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.

Semoga bermanfaat ...



Selasa, 24 Januari 2012

Petunjuk Teknis Operasional Daftar Hitam


Pengadaan Barang/Jasa yang transparan dan akuntabel sangat diperlukan untuk melindungi Penyedia Barang/Jasa atau penerbit jaminan yang jujur dan bersaing secara sehat, sehingga di dapatkan Penyedia barang/jasa atau penerbit jaminan yang andal dapat dipercaya.
Untuk melaksanakan ketentuan pasal 134 ayat (2) Peraturan Presiden RI Nomor 54 tahun 2010 ttg Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah diperlukan suatu Petunjuk teknis operasional tentang daftar hitam dalam pengadaan Barang/Jasa pemerintah.
Berdasarkan pertimbangan tersebut telah keluar Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa pemerintah Nomor : 7 tahun 2011 tentang Petunjuk Teknis Operasional Daftar Hitam.
Untuk mengunduh Peraturan tersebut dapat anda buka di spesial contents website : LPSE Polri http://lpse.polri.go.id/eproc/app?service=page/Home

Selasa, 13 Desember 2011

Rakersarpras Polri TA. 2011

Ssarpras Polri pada tanggal 7 sd 8 Desember 2011 melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Sarana dan Prasarana Polri (Rakersarpras) yang di buka oleh Kapolri (sambutan dibaca oleh Assarpras Kapolri Irjen Pol. Drs. Anton Bachrul Alam) dan ditutup oleh Wakapolri Komjen Pol Drs. Nanan Soekarna.
Acara dihadiri oleh para Karo Sarpras tingkat Polda dan satuan kerja Mabes Polri pengemban fungsi sarpras merupakan kegiatan tahunan dari Ssarpras Polri sebagai sarana untuk menyamakan visi dan misi arah kebijakan dibidang Sarpras dan Evaluasi kegiatan di masing-masing satuan kerja.
Pada acara tersebut juga di laksanakan kegiatan Ikrar Komitmen bersama dalam rangka pengadaan barang dan jasa menuju era transparansi dan akuntabilitas sebagaimana diamanatkan oleh UU dan Peraturan pemerintah yang berkaitan dengan kegiatan pengadaan barang dan jasa secara E-procurement (Layanan pengadaan secara Elektronik)


Senin, 12 Desember 2011

Aksi Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB) di Ssarpras Polri


Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk meningkatkan standar kebersihan lingkungan di Indonesia sesuai pencanangan GNIB yang langsung dilakukan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sesuai instruksi dari  Kapolri  Jenderal Timur Pradopo yang menginstruksikan keseluruh jajaran untuk melakukan hal yang sama di daerah masing-masing, Ssarpras Polri ikut mendukung dan berperan serta dalam aksi Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB) dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi kebersihan melalui pemasangan spanduk dan slogan-slogan kebersihan serta kegiatan jumat bersih (kurve kebersihan) di lingkungan kantor Ssarpras Polri.

Spanduk Gerakan Nasional Indonesia Bersih

Kurve Kebersihan lingkungan dan kantor Ssarpras Polri

Sign Board kebersihan di Ssarpras Polri


Papan Slogan kebersihan yang terpasang di lingkungan Ssarpras Polri

Selasa, 29 November 2011

Penyerahan Sertifikat ISO 9001:2008 oleh Kapolri kepada Assarpras Kapolri


SELAMAT dan SUKSES .
Ssarpras Polri telah meraih sertifikat ISO 9001:2008 sebagai Satuan kerja Polri yang memenuhi persyaratan standart Internasional dibidang Sistim Manajemen Mutu (Quality Management System Standart) SNI ISO 9001:2008 yang diberikan oleh Lloyd's Register Quality Assurance (Badan sertifikasi internasional yang berkantor pusat di Inggris). 
Penyerahan sertifikat dilaksanakan secara langsung dari Kapolri kepada Assarpras Kapolri dan disaksikan oleh perwakilan LRQA internasional. 
ISO 9001:2008 Ssarpras Polri adalah Quality Management System yang berlaku untuk Provision of Logistic and Purchasing Activity for Indonesian Nasional Police (Tata kelola barang dan pengadaan barang)
Sertifikat berlaku sampai bulan tanggal 14 September 2014.




Minggu, 30 Oktober 2011

Biodata Irjen Pol. Drs. H. Anton Bachrul Alam, S.H.


Irjen Pol. Drs. H. Anton Bachrul Alam, S.H. (lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 5 Agustus 1956 ; umur 55 tahun) menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur pada 20 Februari 2009 hingga 30 Oktober 2009. Sebelumnya Anton adalah Kapolda Kalimantan Selatan. Ia adalah salah seorang tokoh kepolisian yang giat menekankan tingkat keagamaan para anggotanya. Salah satunya adalah himbauan memakai jilbab bagi para Polwan dan khataman Al Qur'an di Mapolda Jatim.

Karier Pendidikan

Dasar kepolisian

  • Akpol (1980)
  • PTIK (1988)
  • Sespim Pol (1997)
  • Sespati (2003)

Kursus / Kejuruan / Pendidikan Luar Negeri

  • Pa Sandi Hkm (1983)
  • Kursus Pembinaan Mental ABRI (1995)
  • Lalu Lintas di Apeldoorn Gel-IV (1990)
  • Perti (1995)
Selain pendidikan Polri, perwira tinggi yang banyak berkarier di Satuan Lalu Lintas (Satlantas), ia menempuh pendidikan formal SD (1969), SMP (1975), SMA (1975). Kampung halaman Anton berada di Pare, Kabupaten Kediri, Jatim.

TMT Kepangkatan

  • Letda Pol (01-04-1980)
  • Lettu Pol (01-04-1982)
  • AKP (01-10-1985)
  • Kompol (01-10-1991)
  • AKBP ( 01-10-1997)
  • Kombes Pol (01-04-2001)
  • Brigjen Pol (01-01-2006)
  • Irjen Pol (23-03-2009)

Riwayat Jabatan

  • (1980) Dan Sekta 506-01/PTS
  • (1981) Dan Sat Lantas Res 506/Kapuas Hulu
  • (1983) Kasi Pam Res 503/SKW
  • (1984) Kapolsek Pontianak Utara
  • (1986) Spripim Polda Kalbar
  • (1988) Wakasat Serse Poltabes Bandung - Polda
  • (1989) Kapolsekta Kiara Condong Resta Bandung Tengah
  • (1990) Wakasat Lantas Polwiltabes Bandung
  • (1991) Instruktur Pusdik Lantas Ditdik Polri
  • (1992) Kasat Lantas Polres Metro Jaksel Polda Metro Jaya
  • (1993) Kapolsek Metro Penjaringan Polda Metro Jaya
  • (1994) Kasubbag SIM Polda Metro Jaya
  • (01-03-1996) Kasat Idik Laka Dit Lantas Polda Metro Jaya
  • (01-06-1997) Kapolres Dilli Polda Timor Timur
  • (01-11-1997) Kapolres Sukabumi Polda Jabar
  • (01-12-1998) Pabandya IV Set Deops Kapolri
  • (01-04-1999) Sesdit Lantas Polda Jatim
  • (01-03-2000) Wakapolwil Madiun Polda Jatim
  • (01-11-2000) Kadispen Polda Metro Jaya
  • (02-09-2002) Kapolwil Bogor Polda Jabar
  • (01-01-2003) Irwasda Polda Bali
  • (16-01-2004) Wakapolda Riau
  • (21-12-2004) Kapolda Kepri (Struktur Persiapan)
  • (09-12-2005) Wakadiv Humas Polri
  • (14-05-2008 - 20-02-2009) Kapolda Kalsel
  • (20-02-2009 - 30-10-2009) Kapolda Jatim
  • (30-10-2009 - 01-10-2010) Staf Ahli Kapolri bidang Sosial-Ekonomi
  • (01-10-2010 - 28-12-2010) Staf Ahli Kapolri bidang Sosial-Politik
  • (28-12-2010 - 28-11-2011) Kadiv Humas Polri
  • (28-11-2011 - sekarang) Assarpras Kapolri
Memori Sertijab Assarpras


Senin, 05 September 2011

Gastritis atau maag, yang jelas nyeri di ulu hati ...

Bila anda mendadak merasakan nyeri didaerah ulu hati disertai rasa mual dan rasa kembung, kemungkinan besar anda menderita Gastritis. Ada sebagian orang yang bilang kena "maag". Mana yang benar maag atau gastritis. Jangan bingung, yang dimaksud maag adalah lambung, sedangkan Gastritis adalah sakit pada bagian lambung, jadi kurang lebih artinya sama saja. Arti Gastritis sebenarnya adalah terjadinya proses radang pada lambung. Mengapa bisa terjadi radang ?

Banyak penyebab timbulnya radang pada lambung diantaranya adalah sering terlambat makan. Ada yang menanyakan kok kakaknya yang sering lambat makan tidak apa-apa?. Memang pada setiap orang tidak sama. Semuanya terkait dengan asam lambung, didalam tubuh manusia asam lambung diproduksi oleh Sel Parietal yang bertujuan untuk membantu proses pencernaan makanan, jadi produksinya sesuai siklus makan orang tersebut. Jadi, kalo seseorang makannya teratur 3 kali sehari, begitu juga dengan asam lambung diproduksi pada jam-jam makan itu juga, jika orang ini tidak makan pada jam yang biasanya karena terlambat makan, asam lambung terlanjur diproduksi dan tidak ada makanan yang dicerna, sehingga bisa melukai lapisan lambung. Terjadilah gastritis.

Penyebab lain adalah adanya bakteri Helicobacter pylori, Bakteri ini mudah menular lewat peralatan makan yang kurang bersih mencucinya, biasanya selalu disertai gejala mencret. Sedangkan gejala umum yang sering muncul pada sakit maag adalah mual sampai muntah, nyeri ulu hati, dan pusing.

Kemudian bila sudah kena maag selain pola makan, jenis makanan harus diperhatikan. Usahakan jangan membiarkan lambung kosong dalam waktu lama. Paling tidak , ada makanan masuk tiap 3 jam sekali. Kemudian karena lambung penderita gastritis sensitif sekali, makanan yang dikonsumsi tidak boleh terlalu merangsang, jangan terlalu panas atau dingin, juga makanan pedas dan terlalu asam harus dihindari. Juga diusahakan penderita gastritis tidak stres, karena keadaan ini dapat mempengaruhi kondisi lambung.

Makanan Yang Harus Dihindari :

Tahu, dan tempe goreng, kacang tanah, kacang merah, kacang tolo,sayur mentah, sayur berserat tinggi, sayur yang menimbulkan gas (daun singkong, kacang panjang, kol, lobak, sawi, asparagus ), buah tinggi serat atau yang menimbulkan gas ( jambu biji, nanas, apel, kedondong, durian, nangka), juga buah yang mentah, asam, lemak hewan, santan kental, minuman bersoda, alkohol, dan kopi.

Pengobatannya diobati dengan obat-obatan jenis H2 Bloker (Cimetidine, Ranitidine, Famotidine ), Proton Pump Inhibitor (omeprazole, lanzoprazole,dll), dan golongan Antasida (yang dipasaran terkenal dengan Mylanta atau Promaag).

 

Gastritits, Ulkus Peptikum, dan Diare

Pendahuluan

Nyeri perut adalah salah satu manifestasi gangguan saluran cerna dan organ yang berada di dalam ronga abdomen. Nyeri perut dapat dikelompokkan berdasar lokasi nyeri yang dirasakan. Untuk mempermudah, pengelompokkan dibagi menjadi 9 regio. Adapun nyeri di regio epigastrium biasanya disebabkan kelainan pada organ lambung, duodenum, saluran empedu, dan pankreas.
Selain nyeri, petunjuk adanya kelainan pada saluran cerna ialah diare. Diare merupakan upaya pertahanan tubuh sebagai respon terhadap adanya kelainan atau adanya benda asing yang dapat membahayakan saluran cerna tersebut. Namun, bila tidak terkontrol dan ditangani, diare adalah ancaman bagi tubuh, hal mana dapat menimbulkan komplikasi diataranya adalah dehidrasi.

Anatomi dan Fisiologi Ventrikulus dan Duodenum
Ventrikulus (lambung) terletak pada epigastrium dan terdiri dari mukosa, submukosa, lapisan otot yang tebal, dan serosa. Mukosa ventriculus berlipat-lipat atau rugae. Secara anatomis ventriculus terbagi atas kardiaka, fundus, korpus, dan pilorus. Sphincter cardia mengalirkan makanan masuk ke dalam ventriculus dan mencegah reflux isi ventriculus memasuki oesophagus kembali. Di bagian pilorus ada sphincter piloricum. Saat sphincter ini berrelaksasi makanan masuk ke dalam duodenum, dan ketika berkontraksi sphincter ini mencegah terjadinya aliran balik isi duodenum (bagian usus halus) ke dalam ventriculus (Budiyanto, 2005; Faradillah, Firman, dan Anita. 2009).

Lapisan epitel mukosa lambung terdiri dari sel mukus tanpa sel goblet. Kelenjar bervariasi strukturnya sesuai dengan bagiannya. Pada bagian cardiac kelenjar terutama adalah sel mukus. Pada bagian fundus dan corpus kelenjar mengandung sel parietal yang mensekresi HCl dan faktor intrinsik, dan chief cell mensekresi pepsinogen. Bagian pilorus mengandung sel G yang mensekresi gastrin (Chandrasoma, 2006).

Mukosa lambung dilindungi oleh berbagai mekanisme dari efek erosif asam lambung. Sel mukosa memiliki permukaan apikal spesifik yang mampu menahan difusi asam ke dalam sel. Mukus dan HCO3 dapat menetralkan asam di daerah dekat permukaan sel. Prostaglandin E yang dibentuk dan disekresi oleh mukosa lambung melindungi lambung dan duodenum dengan merangsang peningkatan sekresi bikarbonat, mukus lambung, aliran darah mukosa, dan kecepatan regenarasi sel mukosa. Aliran darah mukosa yang bagus, iskemia dapat mengurangi ketahanan mukosa (Price dan Wilson, 2006).

Fungsi utama lambung adalah sebagai tempat penampungan makanan, menyediakan makanan ke duodenum dengan jumlah sedikit secara teratur. Cairan asam lambung mengandung enzim pepsin yang memecah protein menjadi pepton dan protease. Asam lambung juga bersifat antibakteri. Molekul sederhana seperti besi, alkohol, dan glukosa dapat diabsorbsi dari lambung (Guyton, 1997).

Usus dimulai pada pilorus dan berakhir pada taut anorectal. Usus dibagi menjadi intestinum tenue (usus halus) dan intestinum crasum (usus besar). Usus halus terdiri dari duodenum, jejunum, dan ileum. Usus besar terdiri dari caecum, colon ascendens, colon tranversum, colon descendens, colon sigmoideum, dan rectum (Faradillah, Firman, dan Anita. 2009).

Usus mencerna dan mengabsorpsi komponen penting makanan yang ditelan dan membuang komponen yang tak berguna saat defekasi. Pencernaan pada usus halus bagian atas dibantu oleh enzim yang disekresi oleh usus, pankreas, dan empedu (Guyton, 1997)..

GASTRITIS

Definisi dan Klasifikasi
Peradangan atau inflamasi mukosa lambung, yang dapat bersifat akut, kronis, difus, atau lokal. Dua jenis gastritis yang sering terjadi adalah gastritis superficial akut, dan gastritis atrofik kronik (menahun) (Anonim, 2009; Price dan Wilson, 2006).

Etiologi
Gastritis akut biasanya disebabkan oleh lesi sterss pada penderita sakit berat, obat-obatan (aspirin, NSAID, alkohol, dll.), trauma (pemasangan NGT, endoskopi, radiasi, dll.), infeksi (sering oleh H. pylori) (Anonim, 2009).
Gastritis kronis dibagi menjadi 2 tipe besar, yaitu tipe A merupakan gastritis autoimun dan gastritis tipe B disebabkan oleh Helicobacter pylori, merokok, alkohol (Chandrasoma, 2006).

Patogenesis
Obat-obatan seperti aspirin dan NSAID menghambat sintesis prostaglandin E pada mukosa, menyebabkan mukosa lebih peka terhadap asam, sehingga lebih mudah erosi. Alkohol menyebabkan gastritis akut sering terjadi setelah minum banyak alkohol. Stress seperti luka bakar, infark miokard, lesi intrakranial, dan pasca operasi sering dihubungkan dengan erosi lambung. Organisme H. pylori melekat pada epitel lambung dan menghancurkan bagian mukosa pelindung meninggalkan daerah epitel yang gundul.
Gastritis kronis tipe A disebabkan oleh adanya antibodi terhadap sel parietal sehingga menurunkan sekresi asam dan meningkatkan sekresi gastrin. Reaksi autoimun bermanifestasi sebagai sebukan limfoplasmasitik pada mukosa sekitar sel parietal (Chandrasoma, 2006; Price dan Wilson, 2006).

Gambaran Klinis
Gambaran klinis bervariasi dari keluhan abdomen yang tidak jelas, seperti anoreksia, bersendawa, mual, sampai gejala yang lebih berat seperti nyeri epigastrium (nyeri ulu hati), muntah, perdarahan, dan hematemesis.
Gastritis kronis mencetuskan terjadinya ulkus peptikum dan karsinoma. Gejala bervariasi yaitu rasa penuh, anoreksia, nyeri ulu hati, nausea, keluhan anemia (Doherty, M Gerard, 2006; Syamsuhidajat. 1997).

Diagnosis
Gastritis akut ditegakkan dengan endoskopi, dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi biopsi mukosa lambung, radiologis dengan kontras ganda.
Gastritis kronis dapat dilakukan pemeriksaan : laboratorium untuk mengetahui anemia, analisis cairan, uji schiling, kadar gastrin, tes antibodi. Diagnosis ditegakkan dengan histopatologi biopsi mukosa lambung, gastroskopi (Rani, Aziz, 1997; Price dan Wilson, 2006).

Penatalaksanaan
Atasi penyebab, beri antasid, antihistamin, anti emetik, anti muntah, dan analgesik (Anonim, 2009; David F. 1998).

ULKUS PEPTIKUM

Definisi
Rusaknya atau hilangnya jaringan mukosa sampai lamina propria pada berbagai saluran pencernaan makanan yang terpajan cairan asam lambung, yaitu oesophagus, lambung, duodenum, dan setelah gastroenterostomi juga jejunum. Penyakit ini timbul terutama pada duodenum dan lambung (Anonim,2009; Chandrasoma, 2006)
Etiologi
Sekitar 90% disebabkan oleh H. pylori, selebihnya disebabkan oleh sekresi bikarbonat mukosa, ciri genetik, dan stress (Price dan Wilson, 2006).
Patogenesis
Inti penyebab adalah ketidakseimbangan faktor defensif dan faktor agresif dimana faktor agresif lebih dominan. Faktor defensif antara lain : lapisan mukus (berfungsi sebagai lubrikasi, mencegah back diffusion ion H dan pepsin, mempertahankan pH permukaan sel epitel), sekresi bikarbonat (untuk menetralisir ion H yang menembus mukus), sirkulasi darah ke dalam mukosa (menjamin kerja sel).
Faktor agresif antara lain : asam lambung (bersifat korosif), pepsin (bersifat proteolitik), asam empedu, salisilat, etanol, dan asam organik lemah (Anonim, 2009).

Gambaran Klinis
Nyeri epigastrium intermiten kronis, hilang setelah makan, timbul lagi setelah 2-3 jam setelah makan dan saat lambung kosong, mual, muntah, anoreksia, penurunan berat badan (Chandrasoma, 2006).

Diagnosis
Serologi, riwayat nyeri hilang setelah makan. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan barium radiogram, bila tidak berhasil dilanjutkan dengna endoskopi (Price dan Wilson, 2006)

Penatalaksanaan
Diet, obat penetralisir asam lambung, anti sekretoris, sitoprotektif, dan pembedahan dengan indikasi (David F. 1998).

DIARE
Definisi
Buang air besar lebih dari tiga kali perhari disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah (Soebagyo, 2008).

Etiologi
Dapat dikelompokan ke dalam 6 kelompok besar, namun penyebab yang paling sering adalah akibat infeksi bakteri, virus, protozoa, maupun parasit. Penyebab lain diataranya adalah alergi, malabsorbsi, keracunan, defisiensi imunitas. Tipe dasar diare karena infeksi adalah non inflamatori dan inflamatori (Daldiyono, 1997).

Klasifikasi
Berdasar mekanismenya, dibagi menjadi :
  1. Diare sekretorik, disebabkan oleh mekanisme absorbsi elektrolit turun dan sekresi naik. Sifat feses : jernih, osmolalitas naik, tidak polimorf. Penyebab : kolera, enteritis ecoli, toxigenik, tumor.
  2. Diare osmotik, mekanisme : terjadi gangguan absorbsi. Sifat feses : jernih, osmolalitas turun. Contoh : malabsorbsi, defisiensi laktase, defesiensi sukrosa-isomaltase.
  3. Diare gangguan peristaltik. Penurunan dan peningkatan, keduanya menyebabkan diare. Penurunan menyebabkan bakteri tumbuh dan menyebabkan diare (Suraatmja, Sudaryat. 2007; Soebagyo, 2008).
Patogenesis dan Patofisiologi
Diare osmotik terjadi bila bahan-bahan tertentu yang tidak dapat diserap ke dalam darah, tertinggal di usus. Keadaan tersebut menyebabkan tekanan osmotik dalam usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus. Isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbulah diare. Diare sekretorik terjadi bila ada rangsangan tertentu dinding usus misalnya toxin, sehingga terjadi peningkatan air dan elektrolit ke dalam rongga usus.
Diare dapat mengakibatkan dehidrasi, gangguan keseimbangan asam basa, hipoglikemia, gangguan gizi, dan sirkulasi (Anonim, 2009; Soebagyo, 2008).

Gambaran Klinis
Tergantung penyebab. Gejala gastrointestinal bisa berupa diare, karam perut, dan muntah. Kehilangan air dan elektrolit akan bertambah pada keadaan muntah sedangkan kehilangan air meningkat bila ada panas. Keadaan tersebut berakibat dehidrasi, aidosis metabolik, dan hipokalemia (Anonim, 2009) .

Diagnosis
Pemeriksaan feses mikroskopis, darah lengkap, serum elektrolit, kultur, foto, dan endoskopi (Daldiyono, 1997).

Penatalaksanaan
Diet, obat simtomatis, atibiotik/ antiparasit, mengobati akibat diare (air, elektrolit, nutrisi) (Daldiyono, 1997)

sumber :
http://multiline-jatimbali.blogspot.com/2009/12/gastritits-ulkus-peptikum-dan-diare.html
http://kolomkesehatan.blogspot.com/2008/01/nyeri-di-ulu-hati-disertai-mual-kembung.html
Powered By Blogger