Selasa, 29 Maret 2011

Foto karya alam dan manusia yang menakjubkan

Manusia memiliki daya kreatifitas dan seni, apabila diolah dan diwujudkan dalam bentuk suatu karya maka akan munculah hasil yang menakjubkan, demikian pula dengan kemampuan alam dan isinya yang menyihir mata atas kemampuan perubahan transformasi dalam berbagai bentuk, sungguh besar maha cipta Tuhan.
Ini adalah sebagian foto atas hasil kerja kreatifitas manusia dan alam :









sumber :
http://www.picsmark.com/

Jumat, 25 Maret 2011

Padepokan Aikido Indonesia (PAI)

 
Padepokan Aikido Indonesia (PAI) adalah sebuah organisasi seni bela diri Aikido yang terbentuk pada tanggal  2 Mei 2010.

Struktur Organisasi PAI adalah sebagai berikut:
 
Pendiri :
Colonel Asep Adang Supriyadi
T. Ken Darmastono
B. R. Purba
Tony T. K
Sphinx Parlin Philips
M. Fathuri
Yuri B. Nainggolan
R. R. Andarjuangsyah S

Ketua :
Kolonel Asep Adang Supriyadi
Komandan Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat

Sekretaris Jendral :
Sphinx Parlin Philips

Treasurer :
Yuri B. Nainggolan
Chaerani Pulungan

Public Relation :
R. R. Andarjuangsyah S
Tri Budiarti

General Affairs :
M. Fathuri
Dimas Prayitno
Armin Yusuf
Said Asyrai

Teknologi Informasi :
Riki Rahadian
Ilya Alexander S
Syarifah Nur Aida

Sekretaris :
Bambang Sutrisno

Chief of Black Belt Council :
Tony T. K ( 2nd DAN )

DOJO dan Jadwal Pelatihan (Jakarta) :


Sekretariat Pusat PAI :
Klub Eksekutif Persada
Jalan Raya Protokol Halim Perdanakusuma - Jakarta Timur



Senin, 21 Maret 2011

Persiapan ISO 9001:2008 Ssarpras Polri

Dalam rangka meningkatkan kualitas mutu manajemen bertaraf internasional, dilaksanakan pengenalan dan sosialisasi ISO 9001:2008 di Ssarpras Polri pada hari Jumat, 18 Maret 2011.
Acara yang diselenggarakan atas prakarsa dari Assarpras Kapolri bapak Irjen Pol Drs. Yudi Sushariyanto, S.H. dan mengambil latar belakang keberhasilan dari satuan kerja Korlantas dimana berhasil memperoleh sertifikat ISO. Kegiatan telah dilaksanakan dengan lancar dan baik dibawah pimpinan kegiatan acara sosialisasi oleh Kabagrenmin Ssarpras KBP Drs. Errie TB Gultom.
Sebagai biro konsultan pengenalan ISO 9001: 2008 adalah bapak Karel Karni Lando dan tim dari PT. BMSI (Bisnis Manajemen Solusi Indonesia), berikut foto kegiatan :







Kamis, 17 Maret 2011

Kegiatan Upacara 17 Maret 2011

Jakarta, 17 Maret 2011
Berdasarkan Surat Perintah Kapolri No. Pol. : Sprin/2293/XII/2010 tanggal 21 Desember 2010 perihal daftar pejabat yang mewakili Kapolri sebagai Irup pada Upacara hari-hari Besar Nasional, maka pada hari kamis tanggal 17 Maret 2011, pukul 07.00 WIB dilaksanakan upacara Bendera Bulanan dengan Irup Assarpras Kapolri.
Sehubungan dengan adanya kegiatan lain, Irup Upacara Bendera yang semula Irjen Pol. Drs. Yudi Sushariyanto, S.H. diganti oleh Irjen Pol. Drs. Alex Bambang R. (Sahli Sosek Kapolri)
Sebagai Perwira Upacara adalah KBP Surahardjo, dan Komandan Upacara AKBP Arief Pujianto.
Acara berlangsung dengan aman, tertib dan lancar sesuai rencana, dan berikut foto kegiatan acara tersebut :





Jumat, 04 Maret 2011

Tatacara Pengumuman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Polri


Ssarpras Polri,  Januari 2011

Sesuai ketentuan yang tertuang dalam Perpres RI Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menyebutkan bahwa ULP/Panitia/Pejabat Pengadaan antara lain mempunyai tugas untuk mengumumkan pelaksanaan pengadaan B/J di website Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat daerah/Institusi lainnya (K/L/D/I) masing-masing dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta menyampaikan ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) untuk diumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional;

Kewajiban untuk mengumumkan pelaksanaan pengadaan B/J sebagaimana tersebut diatas berlaku bagi semua jenis pengadaan baik yang prosesnya e-Procurement (secara elektronik melalui LPSE) maupun Non e-Procurement (secara manual/konvensional);

Langkah-langkah :
Dengan diberlakukannya Peraturan Presiden no. 54 th 2010, maka Panitia/Pejabat Pengadaan yang akan mengumumkan pelaksanaan pengadaan baik melalui e-Procurement maupun Non e-Procurement diharuskan mengumumkan pada tiga tempat sekaligus :
    1. Pada website/situs Polri;
    2. Papan Pengumuman resmi untuk masyarakat;
    3. menyampaikan ke LPSE untuk diumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional.
      Untuk pelaksanaan pengumuman pengadaan B/J pada website/situs Polri, panitia/Pejabat pengadaan B/J      pada  satker  pusat / wilayah  ybs  dapat  menghubungi  Pejabat  Penyedia  Informasi  dan  Dokumentasi      (PPID) yang ada di masing - masing satker (Polda PPID di Bidhumas Polda masing-masing).

      Sebelum  sub   agency   LPSE  di  masing-masing  satker  terbentuk,  maka  sementara  Panitia / Pejabat      pengadaan  B/J  pada satker pusat/wilayah  ybs  dapat  menyampaikan ke  LPSE  Polri (Ssarpras Polri),      untuk dibantu mengumumkan dalam Portal Pengadaan Nasional.

      Tatacara  penyampaian  pengumuman  melalui  situs  LPSE Polri  dengan  mengunduh/download formulir       blangko  pengumuman  di situs LPSE Polri  :  http://www.lpse.polri.go.id  pada  special  content,  setelah      form/blangko diisi selanjutnya  dikirimkan melalui  e-mail  LPSE Polri  :  lpse@polri.go.id  atau dikirim ke       fax  nomor :  021-47869122,  dan  bagi satker  yang berminat  untuk  melaksanakan  pengadaan  secara      elektronik melalui LPSE dapat berkoordinasi/menghubungi LPSE Polri untuk bimbingan teknis.

      hubungi kami :  http://lpse.polri.go.id/eproc/app







      Sabtu, 26 Februari 2011

      Pasukan Elite Polri


      BRIGADE MOBIL
      Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit (korps) tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia di tahun 1945. Korps ini dikenal sebagai Korps Baret Biru.

      Brimob termasuk satuan elit dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.

      Sejarah
      Brimob pertama-tama terbentuk dengan nama Pasukan Polisi Istimewa. Kesatuan ini pada mulanya diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota. Brimob turut berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Moehammad Jasin, Pasukan Polisi Istimewa ini memelopori pecahnya pertempuran 10 November melawan Tentara Sekutu.

      Beralih menjadi Mobrig
      Pada 14 November 1946 Perdana Menteri Sutan Sjahrir membentuk Mobile Brigade (Mobrig) sebagai ganti Pasukan Polisi Istimewa. Tanggal ini ditetapkan sebagai hari jadi Korps Baret Biru. Pembentukan Mobrig ini dimaksudkan Sjahrir sebagai perangkat politik untuk menghadapi tekanan politik dari tentara dan sebagai pelindung terhadap kudeta yang melibatkan satuan-satuan militer. Di kemudian hari korps ini menjadi rebutan antara pihak polisi dan militer.

      Berganti nama menjadi Brimob
      Pada 14 November 1961 bersamaan dengan diterimanya Pataka Nugraha Sakanti Yana Utama, satuan Mobrig berubah menjadi Korps Brigade Mobil (Korps Brimob).

      Brimob pernah terlibat dalam beberapa peristiwa penting seperti Konfrontasi dengan Malaysia tahun 1963 dan aneksasi Timor Timur tahun 1975. Brimob sampai sekarang ini kira-kira berkekuatan 30.000 personil, ditempatkan di bawah kewenangan Kepolisian Daerah masing-masing provinsi.

      Di tahun 1981 Brimob membentuk sub unit baru yang disebut unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak).
      Semenjak tahun 1992 Brimob pada dasarnya adalah organisasi militer para yang dilatih dan diorganisasikan dalam kesatuan-kesatuan militer. Brimob memiliki kekuatan sekitar 12.000 personel. Brigade ini fungsi utamanya adalah sebagai korps elite untuk menanggulangi situasi darurat, yakni membantu tugas kepolisian kewilayahan dan menangani kejahatan dengan tingkat intensitas tinggi yang menggunakan senjata api dan bahan peledak dalam operasi yang membutuhkan aksi yang cepat. Mereka diterjunkan dalam operasi pertahanan dan keamanan domestik, dan telah dilengkapi dengan perlengkapan anti huru-hara khusus. Mereka telah dilatih khusus untuk menangani demonstrasi massa. Semenjak huru-hara yang terjadi pada bulan Mei 1998, Pasukan Anti Huru-Hara (PHH) kini telah menerima latihan anti huru-hara khusus.Dan terus menerus melakukan pembaharuan dalam bidang materi pelaksanaan Pasukan Huru-Hara(PHH).


      Brimob dalam peristiwa

      Pendaratan di Irian Barat
      Korps Brimob Polri mempesiapkan sejumlah Resimen Tim Pertempuran (RTP)di pulau-pulau di Provinsi Maluku yang terdekat dengan Irian Barat sebagai respon atas perintah Presiden Soekarno untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda. Perintah Bung Karno itu dikenal sebagai Tri Komando Rakyat (Trikora). Dalam operasi ini Korps Brimob bergabung dalam Komando Mandala pimpinan Mayjen Soeharto. Satu tim Brimob pimpinan Hudaya Sumarya berhasil mendarat di Fak-Fak Irian Barat menggunakan sebuah speedboat. Dari Fak-Fak pasukan ini menusuk masuk ke pedalaman Irian Barat untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Dalam operasi ini mereka berhasil melakukan infiltrasi, sabotase terhadap instalasi tentara Belanda. Bahkan mereka juga berhasil membebaskan beberapa anggota RPKAD dan PGT yang ditangkap musuh ketika diterjunkan di daratan Irian Barat.
      Peristiwa G-30-S

      Pada hari-hari setelah peristiwa G-30-S, Brimob tetap netral. Hal ini membingungkan banyak pihak, karena pada September 1965 Brimob adalah unsur yang sangat dekat dengan Amerika. Karena sikap ini, sebagian pengamat menganggap Brimob sebagai unsur yang setia kepada Presiden Soekarno.
      Timor Timur

      Pada pembebasan Timor Timur tahun 1975 Brimob membentuk satu detasemen khusus untuk bergabung dalam Operasi Seroja, bergabungan dengan pasukan ABRI lainnya. Detesemen khusus ini diberinama Detasemen Khusus (Densus) Alap-alap. Personil Densus Alap-alat terdiri dari mantan anggota Menpor (Resimen Pelopor). Resimen Pelopor merupakan kesatuan khusus Brimob, yang berkualifikasi Ranger. Resimen ini dibubarkan tahun 1974 setelah ikut malang melintang dalam beberapa operasi pertempuran, di antaranya dalam Operasi Trikora di Irian Barat dan Dwikora atau Ganyang Malaysia. Densus Alap-alap bertugas sebagai pasukan pendahulu (pengintai) sekaligus penghancur pertahanan Fretilin di garis depan bersama Kopassus. Densus Alap-alap ini dibagi dalam tim-tim kecil yang merupakan tim gabungan TNI/Polri. Keterlibatan Densus Alap-alap ini tidak pernah diekspose secara terbuka ke media massa maupun dalam laporan resmi. Personelnya disusupkan ke dalam batalion-batalion infanteri TNI-AD ketika pemberangkatan ke Timor-Timur. Di antarannya disusupkan dalam Batalion Infanteri dari Kodam Brawijaya pimpinan Letkol Inf. Basofi Sudirman.


      GEGANA

      Gegana adalah bagian dari Kepolisian Indonesia (Polri). Pasukan ini mulai ada sejak tahun 1976, meski ketika itu baru berupa detasemen. Baru pada tahun 1995, dengan adanya pengembangan validasi Brimob bahwa kesatuan ini harus memiliki resimen, Detasemen Gegana lalu ditingkatkan menjadi satu resimen tersendiri, yakni Resimen II Brimob yang sekarang berubah nama Sat I Gegana(2003). Tugas utama Gegana ada tiga: mengatasi teror, SAR dan jihandak (penjinakan bahan peledak).

      Secara umum, hampir semua anggota Gegana mampu melaksanakan ketiga tugas utama tersebut. Namun, kemampuan khusus yang lebih tinggi hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Gegana tidak memiliki Batalyon atau pun Kompi. Kesatuan yang lebih kecil dari resimen adalah detasemen. Setelah itu subden dan yang paling kecil adalah unit. Satu unit biasanya terdiri dari 10 orang. Satu subden 40 orang, dan satu detasemen beranggotakan 280-an orang.
      Detasemen Gegana atau biasa disingkat Gegana adalah bagian dari Kepolisian Indonesia (Polri). Pasukan inilah yang umumnya diturunkan jika muncul suatu ancaman atau teror bom. Pasukan ini memiliki keahlian khusus sebagai tim penjinak bahan peledak (jihandak). Pasukan ini mulai ada sejak tahun 1976, meski ketika itu baru berupa detasemen. Baru pada tahun 1995, dengan adanya pengembangan validasi Brimob bahwa kesatuan ini harus memiliki resimen, Detasemen Gegana lalu ditingkatkan menjadi satu resimen tersendiri, yakni Resimen II Brimob. Sementara Resimen I adalah resimen pembentukan dari anggota-anggota Brimob yang berkualifikasi pelopor. Demikian pula Resimen III. Perubahan tersebut berdasarkan Skep Kapolri Nomor 10 tentang pengembangan organisasi Brimob tahun 1995.

      Ada 3 tugas utama Gegana yaitu:
      1. Mengatasi Teror
      2. Perlindungan VIP / VVIP
      3. SAR (search and rescue)
      4. Parakomando dan Anti Gerilya
      5. Jihandak (penjinakan bahan peledak).

      DETASEMEN KHUSUS 88

      Detasemen Khusus 88 atau Delta 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Pasukan khusus berompi merah ini dilatih khusus untuk menangani [1]segala ancaman teror, termasuk teror bom. Beberapa anggota juga merupakan anggota tim Gegana.

      Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan. Unit khusus berkekuatan 400 personel ini terdiri dari ahli investigasi, ahli bahan peledak (penjinak bom), dan unit pemukul yang di dalamnya terdapat ahli penembak jitu.

      Pembentukan
      Satuan ini diresmikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani pada tanggal 26 Agustus 2004. Detasemen 88 yang awalnya beranggotakan 75 orang ini dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Tito Karnavian yang pernah mendapat pelatihan di beberapa negara.
      Arti angka 88 pada tulisan Detasemen Khusus 88 ini menyerupai dua buah borgol. Angka 88 merupakan representasi[rujukan?] dari korban peristiwa bom Bali pada tahun 2002 dari warga asing yang mengalami korban terbanyak yaitu Australia. Makna "88" berikutnya adalah, angka "88" tidak terputus dan terus menyambung. Ini artinya bahwa pekerjaan Detasemen 88 Antiteror ini terus berlangsung dan tidak kenal berhenti. Angka "88" juga menyerupai borgol yang maknanya polisi serius menangani kasus ini.

      Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. Pusat pelatihannya terletak di Megamendung, 50 kilometer selatan kota Jakarta.
      Persenjataan

      Satuan pasukan khusus baru Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan Amerika, seperti senapan serbu Colt M4, senapan penembak jitu Armalite AR-10, dan shotgun Remington 870. Bahkan dikabarkan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya. Semua persenjataan yang diberikan, termasuk materi latihan, diberitakan sama persis dengan apa yang dimiliki oleh satuan khusus antiteroris AS.
      Powered By Blogger